Rabu, 20 Maret 2019

Sambal Pedas, Ayam Kampung Goreng Sari Laut Gunungsitoli

Untuk mendapatkan tempat makan daging ayam didaerah manapun tentu tidak terlalu susah. Hampir setiap rumah makan selalu menyediakan menu daging ayam, mau ayam gule, ayam goreng, ayam semur maupun menu ayam lainnya. Bahkan dikota-kota besar, menu ayam seperti sudah menjadi menu sejuta umat dengan adanya penjuan makanan cepat yakni ayam goreng krispy.

Dari semua menu itu, pada umumnya ayam yang digunakan adalah ayam jenis pedaging atau yang lebih dikenal dengan ayam broiler. Dari namanya, jenis ayam ini memiliki keunggulan dengan dagingnya yang tebal. 

Berbeda dengan itu, tempat makan ini justru menyediakan menu daging ayam goreng dari jenis ayam kampung. Ayam kampung adalah sebutan bagi ayam yang diternakkan tidak dengan cara massal komersial. Ayam kampung pada umumnya dibiarkan bebas berkeliaran disekitar rumah.

Tempat makan ini bernama Sari  Laut, terletak di Jalan Diponegoro tepat di depan Bank Danamon Kota Gunungsitoli. Rasa daging ayam kampung goreng yang dijual ditempat ini tentu tidak jauh berbeda dengan rasa daging ayam kampung goreng pada umumnya. Sebelum digoreng, potongan-potongan daging hanya telah dibaluri dengan olahan kunyit yang sudah dicairkan sehingga tampak berwarna kuning pada daging, namun tidak mempengaruhi rasa daging.

Kenikmatan rasa akan didapatkan melalui sambal olahan khas tempat makan ini. Bagi pecinta rasa pedas, sambal yang diberikan akan memberikan rasa dilidah hingga pulang kerumah.

Seperti pada umumnya, daging ayam kampung yang tipis membuat 1 porsi ayam kampung goreng akan terasa kurang, sehingga paling tidak ketika makan ditempat ini. Kita butuh dua porsi ayam kampung goreng. Agar rasa pedas sambal yang disediakan dapat benar-benar dinikmati.

Untuk soal harga, tempat makan ini menawarkan satu porsi ayam kampung goreng dengan nasi putih hanya sebesar 23 ribu. Jika memesan minuman tentu harganya akan bertambah tergantung jenis minuman yang dipesan.

Sebaiknya datang ketempat makan ini, saat perut belum benar-benar keroncongan. Karena pelanggannya yang banyak ditambah semua jenis makanan yang disediakan, baru dimasak ketika ada pesanan pelanggan,  sehingga membutuhkan waktu beberapa saat hingga pesanan kita disediakan.

Meski menunggu lama, semuanya akan terbayar ketika mulai menyantap hidangan menu ayam kampung goreng yang disediakan.

18 komentar:

  1. Kebayang sedapnya bg.
    Ayam kampung pula, wenak pastinya hehe

    BalasHapus
  2. lucu juga ya. nama tempat makannya sari laut.
    tapi yang dijual ayam goreng hehehehehe

    BalasHapus
  3. Kalau ayam goreng mah, selalu jadi lauk incaran orang dimanapun ketika berada diluar rumah. Karena gampang dicari..

    BalasHapus
  4. Kalau di medan jarang yang pake ayam kampung buat ayam penyet bang, mihil soalnya hihi

    BalasHapus
  5. Bang Andy, cocok banget ni buat orang yang punya alergi gak boleh makan daging ayam broiler .

    Karena ayam kampung lebih natural, jadinya bebas alergi.

    BalasHapus
  6. Pernah makan disini pas masih kerja dulu kebetulan lagi trip ke Nias. Situasi gunsit yang kayaknya angin lebih banyak daripada di Medan jadi Sensasi tersendiri saat makan.

    BalasHapus
  7. Sambalnya menggiurkan. Bener banget bang, 1 porsi ayamnya pasti kurang tuh. Soalnya rada kecil. Hehehe..

    BalasHapus
  8. Sambal terasi bukan tu bang? Penampakannya bikin laperrr. Ayam kampung memang lebih enak rasa dagingnya daripada ayam ras. Tapi ya itu, harganya memang lebih mahal.

    BalasHapus
  9. Tempat makan Sari Laut ini kayaknya sering dengar ya di mana-mana... apa mereka bercabang-cabang ya Bang? Kayak warung tenda nasi uduk di Medan, juga ada terbaca kalau lewat, namanya Sari laut juga. hehe.. mungkin sama nama aja ya Bang. Tfs atas ulasannya ya Bang Andi. Josss

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sepertinya mereka gak ada hubungan. Hanya ngikuti nama aja

      Hapus
  10. Nasi plus ayam goreng dan sambel memang nggak pernah salah. Apalagi kalau itu ayam kampung, lebih lezat lagi

    BalasHapus
  11. Jadi lapar aku bah haha, ayam kampung emang juara ya bang, lebih enak ayam kampung sih menurutku walau dagingnya dikit, tapi lebih aman lah

    BalasHapus
  12. Entah kenapa saya lebih suka ayam yang dipotong orang lain daripada potong sendori. Apalagi hasil olahan orang lain. Langsung dimakan deh. Hehe.

    BalasHapus