Anjos Nias | Blogger Nias

Wisata

[wisata][recentbylabel]

Kuliner

[kuliner][recentbylabel]

Senin, 25 Mei 2020

Meriam Di Gunungsitoli, Bukti Peninggalan Masuknya Suku Aceh dan Minang Di Nias




Beberapa pucuk meriam yang ada di Kota Gunungsitoli adalah bukti peninggalan masuknya Suku Aceh dan Minang di Pulau Nias. Meriam - meriam itu saat ini ada di 3 tempat. Di Kota gunungsitoli, Pulau Nias, Sumut terdapat sebuah tempat yang disebut dengan simpang meriam. Penamaan itu diberikan karena tepat dipersimpangan ada sebuah tugu dengan 6 meriam tersusun rapi. 

Tahun 2018 yang lalu, tugu ini di pugar untuk menyesuaikan ketinggiannya dengan jalan, karena tugu yang sebelumnya semakin terlihat pendek, disebabkan jalan semakin tinggi. Meriam-meriam itu pada masanya didatangkan dari luar Pulau Nias. 

Meriam tersebut dibawa oleh Datuk Ahmad dari Padang Panjang, Sumatera Barat. Datuk ahmad diketahui seorang bangsawan minang yang pada masa itu berlayar dari Sumatera Barat dengan tujuan Aceh Barat untuk berdagang, dari penuturan lain tujuannya ke Aceh Barat untuk mencari saudara laki-laki ibunya (mamak) yang telah lama berlayar ke negeri aceh. Dalam pelayaran itu, Datuk Ahmad membawa persenjataan, termasuk beberapa pucuk meriam. 

Saat melintasi perairan sekitar pulau nias sekitar tahun 1690, pelayaran kapal layar (picalang) Datuk Ahmad terganggu akibat badai. Sehingga kapal dibawa berlabuh disekitar teluk belukar, afia.  Perlabuhan itu pada akhirnya membuat Datuk Ahmad mendapatkan permintaan dari pemimpin di sekitar wilayah gunungsitoli (Balugu) untuk menetap di pulau nias. Dengan tujuan untuk membantu melawan serangan bajak laut yang semakin merajalela diwilayah pesisir pulau nias saat itu.

Akhirnya Datuk Ahmad membuat kesepakatan kerjasama dengan para pemimpin wilayah itu untuk membantu pengamanan wilayah pesisir dan menetaplah dia di Pulau Nias.  Datuk Ahmad pun menikahi putri dari Teuku Polem yaitu Siti Zohora. Meriam yang dibawa Datuk Ahmad tadi dipergunakanlah sebagai senjata untuk benteng pertahanan yang dibangun oleh Datuk Maharaja lelo pada tahun 1775. 

Lalu tahun 1952 meriam-meriam itu dibuatkan menjadi tugu oleh seorang kepada desa atas nama Zakaria Baginda. Sejak itulah tugu dengan 6 meriam tersebut menjadi saksi bisu pembangunan Kota Gunungsitoli. 

Mesjid Jami Al-Khaerat, Mudik, Kota Gunungsitoli

Selain meriam yang dijadikan tugu sekaligus penanda nama tempat tersebut. Meriam lain yang berasal dari satu sumber berada di halaman Mesjid Jami Al-Khaerat, Mudik dan Pendopo Bupati Nias.

Dua meriam tersebut dibawa dari aceh pada tahun 1691 saat Simeugang dan Acah Harefa kembali ke Nias setelah dijemput oleh Adek Ipar Simeugang yakni Datuk Ahmad. Simeugang adalah anak pertama dari Teuku Polem. Datuk Ahmah yang dimaksud adalah Datuk Ahmad yang sudah saya tuliskan diatas.

Meriam di halaman Mesjid Jami Al-Khaerat

Teuku Polem menetap di Nias sekitar tahun 1642 setelah pergi meninggalkan tempat kelahirannya yaitu aceh. Dua meriam yang dibawa tersebut juga merupakan kenang-kenangan peninggalan dari Kakek Teuku Polem, yaitu Teuku Cik. 

Jika kita lihat pada dudukan meriam yang ada di mudik tersebut dibagian depannya tertulis R T Polem Atjeh XXVI 639 Masehi dan dibagian sampingnya tertulis, Moedik 10 April 1939.

Pendopo Bupati Nias

Dengan demikian, merunut tulisan diatas bahwa kepemilikan meriam di Gunungsitoli memiliki ikatan kekerabatan yang sangat dekat. Meski keduanya berasal dari daerah yang berbeda, yakni aceh dan minang. Namun kekerabatan tersebut terbangun dengan ikatan perkawinan Datuk Ahmad dengan Siti Zohora yang merupakan adek kandung dari Simeugang. Datuk Ahmad membawa meriam dari Minang dan Simeugang membawa meriam dari Aceh.

Kamis, 09 April 2020

Melihat Langsung Semburan Mata Air Panas Sipoholon

Semburan Mata Air Panas

Tarutung , Kabupaten Tapanuli Utara,  Provinsi Sumatera Utara, selain memiliki objek wisata religi salib kasih juga memiliki objek wisata alam pemandian air panas yang terletak di jalan balige, Sipoholon. objek wisata ini sangat mudah untuk ditemukan karena berada di jalan umum yang biasa dilintasi jika menuju atau dari medan. Objek wisata itu dikenal dengan nama pemandian air panas sipoholon.

Lihat videonya :


Lokasi pemandiannya pun bukan hanya satu, karena setiap lokasi pemandian dikelola oleh pemilik usaha yang berbeda. Untuk bisa memasuki lokasi pemandian, kita harus melakukan pembayaran dahulu semacam uang masuk. Jika tidak ada pemandu, begitu tiba dilokasi sebaiknya tidak langsung memasuki tempat, sebaiknya berkeliling sebentar untuk melihat kondisi kenyamanan setiap tempat pemandian. 
Jejeran tempat masuk pemandian air panas

Karena setiap pemandian memiliki fasilitas dan bentuk kolam yang berbeda-beda. Sebagai pengalaman, karena saya juga baru pertama kali pergi ke tempat pemandian itu,  langsung memilih satu tempat hanya karena parkirannya sepi dan setelah membayar, teryata tempat yang saya masuki kolamnya terlihat kurang menarik. 

Beruntung kekecewaan itu bisa diobati, karena dibelakang lokasi pemandian ada sebuah bukit yang merupakan sumber mata air panas yang dialirkan ke masing-masing kolam. Semua lokasi pemandian mengizinkan pengunjung untuk naik ke bukit itu, dengan catatan agar tidak merusak aliran air yang dibuat dengan mengeruk tanah dan menyampung beberapa bambu. 

Daerah perbukitan, aliran air panas
Saat berada di bukit itu, kita akan melihat beberapa titik mata air panas yang keluar begitu deras dan pada alirannya yang menggenang akan terlihat buih air mendidih. Tentu panas air di lokasi perbukitan lebih tinggi dari pada yang didalam kolam, hal itu saya ketahui saat mencelumkan jari di dalam aliran air yang diperbukitan.

Pembagian aliran ke setiap usaha pemandian

Selain dapat melihat mata air dan alirannya, diperbukitan tersebut akan dapat dilihat endapan belerang yang jika di foto saat cuaca sedang tidak terik terlihat seperti air es yang membeku. Dari perbukitan inilah saya ketahui teryata selain lokasi kolam yang saya masuki masih ada lokasi kolam lain yang lebih bagus fasilitasnya dan harga untuk bisa masuk semuanya sama.

Endapan belerang
Saat saya berada dilokasi matahari sudah sangat terik. Suhu udara saat berada diperbukitan terasa sangat panas. Karena cuaca terik dari matahari dan panas dari uap air yang kekuar. pandangan pun terasa sangat menyilaukan. Hampir tidak bisa membuka mata seratus persen, oleh karena itu saat naik kebukit saya sarankan menggunakan kaca mata hitam.

Saat mandi dikolam jangan heran jika ada pengunjung yang akan mengolesi badannya dengan endapan belerang yang di dapatkan dengan mengorek di sekitar cucuran air. Karena selain berendam dengan air panas, mengolesi belerang dan membiarkannya beberapa saat di kulit badan diyakini dapat membersihkan kulit dan menghilangkan penyakit.
Suasana kolam berendam

Untuk tukar pakaian, pemilik usaha juga sudah menyediakan beberapa kamar mandi yang didalamnya ada bak berisi air panas juga. Suhu air dalam bak tersebut biasanya lebih panas, mungkin karena wadahnya yang lebih kecil sehingga suhu air tersebut tetap terjaga. Jadi kalau mau menyiramkan air kebadan setelah berendam, baiknya pelan-pelan saja.

Salah satu tempat yang baru saya ketahui setelah selesai dari tempat semula, yaitu hotel boli-boli. Di Hotel ini, kolamnya tentu terlihat lebih menarik. Karena penataannya dan bahan pembuatan kolamnya sudah disesuaikan dengan standar hotel.
Pemandangan dari atas bukit

Selain menyediakan tempat pemandian air panas, di bagian juga menyediakan penjualan oleh-oleh berupa kaus dengan desain bernuasa batak.  

Untuk makan minum, setiap tempat pemandian juga menjual makanan dan minuman dengan berbagai menu.
Kolam untuk berendam dilihat dari atas bukit

Pemandian Air Panas Sipaholon
Jalan Balige
Uang masuk :5000/orang

Sabtu, 07 Maret 2020

Ada Sisa Makanan Yang Mungkin Berusia Ribuan Tahun, Datang Aja Ke Togindrawa

Suasana Gua
Togidrawa begitu gua yang menjadi salah satu tempat wisata di gunungsitoli tersebut dinamai. Letaknya yang berada di lereng perbukitan Desa lolowonu niko’otano, Kecamatan Gunungsitoli, Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara, hanya berjarak sekitar 3 Km dari pusat pasar Kota Gunungsitoli. Akses jalan menuju gua tersebut pun sudah sangat bagus sehingga bisa ditempuh dengan kendaraan roda dua dan empat.

Jika perjalanan dimulai dari Tugu Gempa, maka mengambil jalan berbelok disamping kantor BRI Cabang Gunungsitoli memasuki jalan Dr. Cipto Mangunkusumo depan Rumah Sakit Umum Gunungsitoli mengikuti jalan utama menuju Kecamatan Alasa hingga sejauh kira-kira 2 km, sampai pada persimpangan jalan beraspal kedua, lalu berbelok mengikuti jalan yang terus mendaki dab sebelum tiba di lokasi masuk akan di temui disebelah kanan jalan sebuah rumah adat yang berdiri kokoh.

Bagian luar gua togindrawa
Saat sudah melihat rumah adat tersebut, baiknya laju kendaraan diperlambat. Karena tidak jauh dari situ lokasi masuk akan segera sampai. Hingga tulisan ini dibuat belum ada tanda penunjuk telah tiba di lokasi masuk. Hanya keramaian kendaraan dan para pedanganglah yang mengisyaratkan bahwa telah tiba di lokasi yang telah dituju.

Setelah memarkir kendaraan, selanjutnya akan dilakukan dengan jalan kaki yang tidak terlalu jauh. Terlebih dahulu menuruni tangga yang telah dibangun untuk mempermudah jalan. Begitu tangga terakhir dilalui disebelah kiri jalur akan langsung terlihat gua kecil sekaligus penanda bahwa telah berada di lokasi gua togindrawa.

Stalagmit di dalam gua Togindrawa
Ada 4 mulut gua yang bisa ditemui, namun hanya satu gua yang memiliki jalur dan ruangan yang besar serta menjadi gua utama di lokasi ini. Memasuki mulut gua utama, aroma lembab langsung tercium dihidung. Karena masih mendapatkan cahaya, kita bisa melihat bekas tetesan air yang telah membatu menjadi stalagmit dan stalaktit. Semakin jauh akan semakin gelap, karena belum ada alat penerang yang sudah dipasang didalam gua. Sehingga dibutuhkan senter, untuk bisa menerangi langkah kaki, sekaligus untuk menerangi berbagai keunikan bentuk-bentuk stalagmit dan stalaktit. 

Suasana gua yang gelap dan terasa lembab, akan semakin terasa sensasinya ketika tidak ada suara pengunjung. Karena kita akan bisa mendengarkan suara tetesan-tetesan air yang jatuh dari langit – langit gua. 

Bagian atas gua yang berlubang
Diujung gua utama, sebuah lubang di bagian atas sekaligus berfungsi sebagai cahaya masuk, telah dipasangi tangga yang terbuat dari besi. Dengan tangga besi tersebut pengunjung akan bisa naik ke bagian atas gua. Namun baiknya saat menaiki tangga tersebut agar tidak bergerombol, untuk menjaga kemampuan tangga menampung beban berat. Tiba dibagian atas, pengunjung bisa memilih turun melalui tangga dan kembali ke jalur datang tadi. Atau meneruskan langkah melalui kebun masyarakat sekitar, menuju jalan beraspal yang sudah terlihat dari lokasi puncak tangga.   

Tumpukan cangkang kerang-kerangan
Berdasarkan penelitian bertahap yang dilakukan balai arkelogi sumatera utara tahun 1999 sampai 2002 diperkirakan digua tersebut telah dihuni sejak sekitar 12 ribu tahun yang lalu hingga berkisar tahun 1150 Masehi. Saat penelitian dilakukan ditemukan berbagai bukti peninggalan seperti berupa alat-alat batu yang berkarakter mesolitik, diantaranya serpih batu, batu pukul dan pipisan. Temuan lain berupa sisa-sisa vertebrata yang terdiri dari ikan (Pisces), ular (Ophodia), buaya (Squamosa), kura-kura (Testudinidae), hewan pemakan daging (Carnivora), Hewan pengerat (Rodentia), kelelawar (Chiroptera), hewan berkuku genap (Artiodactyla) dan Primata cangkang moluska yang terdiri dari kelas Gastropoda dan Pelecypoda. 

Namun karena lama tidak diperhatikan berbagai bukti peninggalan tersebut tidak lagi bisa dilihat. Kecuali mungkin pada salah satu bagian mulut gua masih bisa ditemukan cangkang moluska yang terdiri dari kelas Gastropoda dan Pelecypoda atau yang lebih dikenal awam sebagai cangkang kerang - kerangan atau siput  laut yang diperkirakan bekas sisa makanan penghuni gua tersebut.

Cangkang sisa makanan
Meski menjadi seperti terabaikan, cangkang kerang atau siput laut bekas sisa makanan penghuni gua itu adalah sesuatu yang bisa menjadi daya tarik gua. Pengunjung pun biasanya abai dengan hal itu, padahal sisa – sisa makanan tersebut banyak berserakan di salah satu mulut gua. Mungkin karena bentuknya yang biasa dan letaknya tidak di gua utama. 

Karena jika hanya datang melihat gua, maka tidak butuh waktu lama. Kita pasti akan segera meninggalakan lokasi wisata tersebut, karena menurut kita tidak ada lagi yang  bisa dilihat. Dengan adanya sisa makanan tersebut, kita bisa sedikit lebih lama di lokasi untuk melihat bentuk-bentuk cangkang kerang sisa makanan itu. Namun sebaiknya pengunjung tidak membawa pulang jika sudah melihat sisa cangkang kerang dimaksud. Apalagi karena telah terabaikan sehingga tidak ada yang memperhatikan.

Didalam gua
Dibagian luar gua juga telah dibangun jalur pedestrian yang bisa dilalui menuju bagian atas gua. Namun begitu sampai dibagian atas. Kita harus kembali melalui jalur yang sama untuk turun. Karena belum ada jalur lanjutannya. Selain itu juga sudah ada dua buah gazebo sebagai tempat istirahat bagi para pengunjung.

Saat ke lokasi ini sebaiknya mempersiapkan minuman dan makanan ringan, yang bisa dibeli melalui masyarakat yang  berjualan di lokasi pintu masuk atau dibawa sendiri. Karena di sekitar gua tidak ada penjual makanan dan minuman. 

Untuk mendapatkan foto – foto yang menarik didalam gua, sebaiknya tidak menggunakan kamera HP. Karena kondisi gua yang gelap sehingga membutuhkan cahaya yang tinggi seperti dari kamera digital.

Senin, 17 Februari 2020

Wisata Alam dan Religi Di Salib Kasih, Tarutung

Perjalanan dimulai dari Kota Sibolga, kota yang berada di pesisir pantai barat Sumatera utara menuju Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara. Melewati Jalan yang dikenal dengan banyaknya belokan tersebut menghabiskan waktu tempuh lebih kurang 2 jam. Karena laju mobil sengaja dibuat lambat agar tidak menyebabkan mual. Padahal kondisi jalan yang sangat mulus, harusnya perjalanan menuju Tarutung tersebut sudah bisa ditempuh dengan waktu 1,5 Jam.

Sambutan tugu kacang yang masih kokoh, pertanda bahwa telah memasuki tarutung. Tugu Kacang tersebut dibuat karena tarutung terkenal dengan kacang sihobuknya yang sangat renyah. Dari kota tarutung masih membutuhkan waktu sekitar 30 Menit lagi untuk bisa sampai di Salib Kasih. 

Lapangan pintu masuk menuju salib kasih
Salib Kasih terletak di Bukit Siatas Barita, Desa Situngkir, Kabupaten Tapanuli Utara. Salib Kasih adalah sebuah monumen yang dibangun untuk mengenang jasa Misionaris Kristen asal Jerman yaitu Inger Ludwig Nommensen. Pembangunan Salib Kasih digagas tahun 1992 dan mulai dibangun tahun 1993.

Sebagai penanda memasuki jalan menuju lokasi, ada sebuah gapura bertuliskan selamat datang di Salib Kasih. Lalu perjalanan akan melalui jalur pendakian hingga tiba di lokasi parkir kendaraan, untuk retribusi parkirnya akan dibayar nanti saat pulang meninggalkan lokasi.

Dari lokasi parkir, kita harus menuruni anak tangga hingga ke lokasi lapangannya. Di lokasi lapangan ini, ada terdapat beberapa arena, diantaranya penjuanan souvenir, penjualan makanan dan minuman, arena mewarnai anak, trambolin anak dan Sewa Motor ATV.

Jalur beranak tangga
Sebelum melanjutkan perjalanan, kita harus membayar tiket masuk di pintu gerbang yang didepannya berdiri patung Nommensen. Selanjutnya perjalanan akan dilakukan dengan berjalan kaki dengan jalur mendaki sekitar 800 Meter. Oleh karena itu perlu tenaga ekstra untuk bisa sampai ke lokasi salib kasihnya. Namun ada juga tersedia ojek yang bisa membawa pengunjung, tetapi bagi pengunjung yang ingin diangkut ojek, harus mengeluarkan biaya tambahan dan bersabar menunggu. Karena hanya ada tersedia 1 ojek saja. Hal itu mungkin karena jalur yang tersedia juga sangat sempit serta kemiringan yang tinggi, sehingga tidak memungkinkan ojek bisa saling berpapasan dijalan.

Ada dua jalur yang tersedia, satu untuk jalur mendaki dan satunya lagi untuk jalur menurun. Tetapi pengunjung biasanya memilih secara bebas untuk jalur yang ditempuhnya. Sehingga di sepanjang jalur akan selalu berpapasan dengan pengunjung saat mendaki maupun menurun. Kedua jalur dibedakan dari bentuknya, satu beranak tangga dan yang satunya jalur rata saja. Jalur rata tersebutlah yang menjadi jalur ojek. 

Jalur rata seperti pedestrian
Sepanjang jalur pendakian, pengunjung akan menikmati hawa yang sejuk dengan kerindangan yang dihasilkan oleh pohon pinus. Jika melawati jalur beranak tangga, dipertengahan jalan pengunjung bisa melihat jejeran plangkat yang sengaja ditinggalkan oleh pengunjung untuk mengenang bahwa dirinya pernah berkunjung ke salib kasih. Plangkat yang jumlahnya ratusan tersebut, sepintas akan terlihat seperti nisan di makam. Namun begitu kita dekati dan baca tulisannya, barulah kita sadari bahwa itu hanya barisan plangkat kenangan.

Plangkat kenangan
Selain plangkat tersebut, di tengah jalur pendakian juga telah tersedia toilet yang bisa digunakan pengunjung dan setelah menggunakannya kita akan dimintai uang oleh penjaganya. Nantinya toilet pun akan bisa di jumpai di sekitar lokasi salib kasih. Untuk soal kebersihan, toilet yang ada sangat terjamin kebersihannya. Penjaga yang mengutip uang tadi setiap saat selalu menyiramkan air dan pewangi ketika toilet tidak ada yang menggunakan.

Bagi para pengunjung perlu mempersiapkan air minum hingga makanan ringan sendiri, karena sepanjang jalur pendakian. Tidak akan ada ditemui pedagang, sehingga jika kehausan, kita harus berjuang dulu sampai dilokasi. Baru bisa membeli disatu-satunya kantin yang ada ditempat tersebut. Jangan berharap kantin yang ada menyediakan berbagai makanan dan minuman, dari apa yang saya lihat, kantinnya hanya menyediakan mie instan, air mineral, kopi saset dan beberapa makanan ringan.

Tiba di lokasi, salib dengan ketinggian 31 Meter tersebut akan membuat kita menegadah ke atas untuk bisa melihat puncaknya. Disekitar salib, tersedia  tempat duduk dari beton berkeramik menghadap ke tarutung. Rasa capek sepanjang jalur pendakian, rasanya akan terbayar jika sampai di lokasi ini, kita akan disuguhkan pemandangan hamparan persawahan dan jejeran rumah yang begitu apik. 

Pemandangan dari lokasi salib kasih
Lokasi ini pun sangat bagus untuk dijadikan berfoto, untuk latar pun tinggal pilih, mau berlatar salib ataupun pemandangan tadi. Tentu untuk mendapatkan latar foto yang menarik, kita harus mencari posisi yang pas, sehingga bentuk salibnya bisa kelihatan utuh saat menggunakannya sebagai latar foto.

Selain itu, di sekitar salib juga terdapat bangunan-bangunan kecil yang digunakan sebagai tempat berdoa bagi pengunjung yang sedang berwisata religi. Masuk keruangan tesebut diwajibkan untuk melepaskan alas kaki. Didalam ruangan telah tersedia satu meja untuk duduk lesehan dan satu buah alkitab. 

Lokasi sekitar kantin untuk spot foto
Mengingat salib kasih adalah indentik dengan wisata religi kristen, namun pengunjung yang beragama selain kristen  pun bisa datang, untuk menikmati wisata alamnya. Terutama jika suka dengan rerimbunan pohon pinus. Apalagi bagi pengunjung yang suka foto, ada banyak spot foto yang instagramable di sekitar kantin.

Sebaiknya jika datang ke salib kasih pada saat cuaca sedang cerah, jika cuaca mendung, apalagi baru turun hujan. Daerah yang berada di perbukitan ini, akan diselimuti oleh kabut dan  jalanannya bisa terasa licin.

Setelah puas, selanjutnya adalah berjalan menuruni bukit kembali. Sebaiknya memilih jalur yang berbeda saat pendakian tadi. Agar suasananya yang didapatkan menjadi berbeda. Setelah sampai dibawah, selanjutnya dapat membeli saovenir berupa kaos atau syal yang bertuliskan salib kasih. Bisa juga mengisi perut yang pastinya terasa kosong karena telah capek melakukan pendakian dan penurunan tadi. Setelah semua itu perjalanan ke objek wisata lainnya di Tarutung untuk melihat semburan mata air panas di sipaholon bisa dilanjutkan kembali.

Salib Kasih
Retribusi Parkir Mobil : Rp. 5000
Ticket Masuk Salib Kasih : Rp. 7000/ Dewasa
Mewarnai Anak : Rp. 15.000
Trambolin Anak : Rp. 25.000
Sewa Motor ATV : Rp. 25.000/15 Menit
Toilet : Rp. 2000

Minggu, 09 Februari 2020

Museum Pusaka Nias, Penjaga Koleksi Budaya Nias

Museum Pusaka Nias adalah museum pertama dan saat ini satu-satunya museum yang ada di Pulau Nias. Tempat ini sangat mudah untuk dikunjungi karena tepat di Kota Gunungsitoli, hanya berkisar 1,5 km dari pusat kota kearah utara dan 0,5 km dari Pelabuhan Gunungsitoli. 

Di museum ini dapat dilihat berbagai benda-benda peninggalan dari kehidupan masyarakat nias jaman dahulu. seperti alat pertanian, perhiasan, peralatan makan, pakaian dan peralatan perang. Disalah satu ruang pameran museum ada di pamerkan patung-patung batu yang menyerupai patung megalith di desa-desa kuno di Pulau Nias.

Karena dianggap telah menjaga koleksi budaya suku nias, museum yang di kelola oleh Yayasan Pusaka Nias tersebut tahun 2014 yang lalu telah mendapat penghargaan sebagai pelestari cagar budaya dan museum terbaik dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. 

Selain memiliki ruang pameran benda-benda kuno, Museum Pusaka Nias juga memiliki beberapa sarana wisata lain, diantaranya taman rekreasi, kebun binatang mini, penginapan,  perpustakan dan ruang pertemuan.

Kebun Binatang Mini

Museum yang pada umumnya lebih dikenal hanya berbentuk ruangan saja, namun Museum Pusaka Nias menjadikan kompleks lahannya untuk sarana wisata lain, salah satunya kebun binatang mini. Kebun binatang mini ini berisi satwa yang berasal dari alam di Pulau Nias. Rata-rata satwanya adalah hasil sumbangan masyarakat nias. 

Di kebun binatang itu terdapat beberapa ekor buaya, biasanya kandang buaya itu selalu menarik untuk di lihat pengunjung berlama-lama. Saat ini juga sedang di lakukan konservasi beo nias, dalam upaya mengatasi kepunahannya.

Taman Rekreasi

Kompleks museum ini juga menjadi tempat rekreasi mendidik bagi pengunjung. Disekitar taman rekreasi terdapat beberapa papan petunjuk yang berisi penjelasan nama tanaman dan manfaatnya. Sehingga bagi pengunjung yang membawa anak-anak berekreasi akan mendapatkan banyak manfaat, yakni berwisata sekaligus belajar.

Selain itu, juga tersedia lokasi untuk menikmati mandi air laut dengan aman. karena kompleks museum langsung berada di pinggir laut. Pinggiran pantainya telah dibatasi dengan karang-karang besar. Bahkan tempat pemandian air lautnya juga didesain seperti kolam, lengkap dengan seluncuran khusus untuk anak-anak.

Didalam kompleks, kita juga tidak perlu khawatir jika haus atau lapar. Karena telah tersedia warung yang menyediakan makanan dan minuman ringan dengan harga-harga terjangkau. 

Penginapan, Perpustakaan dan Ruang Pertemuan

Di museum ini juga tersedia penginapan, tempat penginapan yang disediakan pun sangat unik yakni rumah-rumah adat dari daerah-daerah di pulau nias, selain itu ada juga penginapan dengan kamar-kamar seperti biasa ditemui di tempat penginapan pada umumnya. Untuk bisa menginap disini, pengunjung hanya perlu mengeluarkan biaya mulai dari Rp.75.000 sampai dengan Rp. 350.000 permalamnya. Fasilitas  dipenginapan pun sudah sangat lengkap, bahkan pengunjung bisa menikmati akses wifi gratis.

Selain beberapa fasilitas itu, kompleks museum juga menyediakan tempat pertemuan bergaya bangunan nias. Ada juga perpusatakaan yang berisi buku-buku tentang Nias, bahkan ada banyak buku-buku terbitan yayasan Pusaka Nias.

Untuk masuk ke kompleks museum, hanya perlu membayar sebesar Rp.4000 untuk orang dewasa dan Rp.2000 untuk anak-anak pada hari senin-jumat, sementara untuk sabtu dan minggu Rp.5000 untuk orang dewasa dan Rp.3000 untuk anak-anak. jika membawa kendaraan pribadi, akan dikenai biaya tambahan. Harga yang dibayar tadi hanya memasuk kompleks saja, jika ingin memasuk ruangan pameran museum kita akan membayar kembali sebesar Rp. 5000 untuk dewasa dan Rp. 2000 untuk anak-anak.



Museum Pusaka Nias
Jalan Yos Sudarso No 134-A, Gunungsitoli, Sumut
Jam Buka :
Senin – Sabtu : 08.00 - 17.00 Wib
Minggu : 12.30 -  17.00 Wib
Website : www.museum-nias.org



Selasa, 04 Februari 2020

Wajib Dicoba! Ini 5 Cara Untuk Lebih Hemat Kuota Instagram



Instagram merupakan salah satu media sosial dengan pengguna cukup banyak. Dengan banyaknya pengguna tersebut, tidak salah jika aplikasi ini menjadi salah satu yang paling populer untuk digunakan. Walaupun populer dan memiliki pengguna yang banyak, nyatanya Instagram juga menjadi aplikasi yang sangat boros kuota. Hal ini dikarenakan isi dari instagram yang berupa foto dan video sehingga membuat jumlah paket data yang digunakan menjadi besar. Lalu, bagaimana cara untuk lebih hemat kuota Instagram?

Kenapa Instagram Menghabiskan Banyak Kuota? 


Sejak pertama kali diluncurkan instagram telah dikenal sebagai aplikasi yang sangat boros kuota. Di antara semua media sosial, instagram juga dikenal sebagai yang paling boros. Hal ini bukan tanpa alasan karena di dalamnya dipenuhi dengan konten foto dan video dengan resolusi tinggi. Membuka instagram hanya dalam lima menit saja juga bisa membuat kuota internet berkurang cukup banyak.

Mengingat fakta ini sangat direkomendasikan untuk membuka instagram ketika terhubung dengan jaringan WiFi. Namun banyak orang yang tidak menerapkannya karena tidak semua tempat terhubung dengan WiFi sehingga menggunakan kuota internet menjadi pilihan. Namun konsekuensinya kuota internet akan sangat boros dan membuat pengeluaran semakin banyak.

5 Cara Untuk Lebih Hemat Kuota Instagram 

Pada saat membuka fitur Explore di Instagram akan ditemukan puluhan video sehingga bisa dibayangkan berapa banyak kuota yang digunakan. Bagi yang mempunyai kuota pas-pasan tentu tidak akan berani membuka instagram dan menikmati semua fitur yang disediakan. Namun tak perlu khawatir karena saat ini sudah ada beberapa cara yang digunakan untuk hemat kuota instagram.

1. Menggunakan Fitur Penghemat Data

Cara hemat kuota instagram yang pertama adalah dengan menggunakan fitur penghemat data. Dengan cara ini pengguna instagram bisa menghemat banyak kuota internet sehingga tidak boros. Untuk pengaturan mode hemat instagram pertama harus membuka instagram  kemudian aktifkan menu “Pengaturan”. Setelah itu pilih “Akun” dan kemudian lanjutkan dengan memilih “Pengaturan Data Seluler”. Kemudian pilih opsi “Penghemat Data” dengan cara menggeser tombol ke arah kanan  sampai muncul nada warna biru yang terlihat di layar.

2. Pengaturan Resolusi Tinggi 

Instagram memang dipenuhi dengan konten foto dan video yang tentunya jika dibuka akan menghabiskan banyak kuota internet. Supaya menjadi hemat kuota bisa mengatur resolusi yang ada di feed instagram. Jika tidak menginginkan tampilan foto dan video memiliki resolusi tinggi sebaiknya memilih opsi “Tidak Pernah”. Apabila menemukan jaringan Wi-Fi dan ingin melihat video atau foto dengan resolusi tinggi maka pilih opsi “WiFi”.

3. Pilih Basic Saat Upload Konten Foto atau Video 


Cara hemat kuota instagram selanjutnya adalah dengan memilih “basic” pada pengaturan “upload quality”. Hal ini dilakukan agar membantu menghemat kuota pada saat mengupload foto atau video. Cara ini akan mengurangi kualitas foto atau video. Apabila tidak dikurangi maka akan boros kuota. Ketika sudah menerapkan pemilihan “basic” maka konten foto atau video akan lebih menghemat kuota. Namun kualitasnya sedikit dikurangi. Namun jika ingin mengembalikannya secara semula caranya cukup mudah yaitu memilih menu “normal”.

4. Mematikan Notifikasi

Kuota akan menjadi lebih hemat ketika notifikasi instagram dimatikan.  Caranya cukup mudah yaitu mengaktifkan tombol “Pengaturan” lalu pilih “Notifikasi”. Selanjutnya pilih “off/matikan” pada jenis notifikasi yang ingin dimatikan di instagram. Selain itu juga bisa memilih tetap mengaktifkan notifikasi dari orang-orang tertentu saja. Mematikan notifikasi maka notifikasi instagram tidak lagi beroperasi di sistem latar. Dengan cara ini akan membuat penggunaan kuota menjadi berkurang dan lebih hemat.

5. Mengaktifkan Data Server 

Cara hemat kuota instagram yang terakhir adalah dengan mengaktifkan data server. Caranya cukup mudah yaitu hanya perlu memilih menu “Pengaturan” yang ada di Smartphone. Kemudian pilih “Data Usage” yang berada di kolom Wireless & networks. Selanjutnya pilih “Data Server” dan nyalakan data server tersebut dengan tombol slide. Dengan menggunakan cara ini maka akan mengurangi resolusi gambar, bitrate pada video, compress data dan meniadakan fungsi yang dianggap boros kuota. 

Itulah informasi mengenai cara mudah hemat kuota instagram yang bisa dicoba. Ingin mendapat pengetahuan lebih banyak tentang kuota internet ? Ikuti terus informasi terbaru dari CekAja.com.


Minggu, 12 Januari 2020

Sepenggal Kisah Tugu Kilometer Nol Peradaban Islam Nusantara

Barus bukanlah sebuah perkotaan yang modern , tetapi barus punya berbagai kisah dan sejarah peradaban yang sudah tua. Semua itu terlihat dari berbagai peninggalan sejarah dalam bentuk fisik maupun berbagai kisah dalam tradisi lisan.  

Baru-baru ini nama seorang ulama kelahiran barus juga digunakan untuk menamai jembatan yang dibangun senilai 52 M yakni Jembatan Hamzah Al-Fansuri Barus. Jembatan ini dibangun untuk menghubungkan 4 desa di kecamatan barus dengan penduduk kurang lebih 3 ribu jiwa.

Sebagai daerah yang memiliki banyak kisah, barus juga menjadi wilayah yang memiliki sumbangsih sejarah bagi kehidupan beragama di Indonesia, terkhusus agama islam. Dari catatan sejarah, barus merupakan daerah yang pertama sekali dimasuki agama islam di Nusantara. 

Bukti masuknya islam di nusantara melalui barus tersebut, dibuatlah Tugu Kilometer Nol Peradaban Islam Nusantara. Tugu tersebut tepatnya terletak di kelurahan pasar baru gerigis, kecamatan barus  dan telah diresmikan Presiden Joko Widodo pada tahun 2017 yang lalu.

Pembuatan tugu Kilometer Nol Peradaban Islam Nusantara di inisiasi oleh Jam’iyah Batak Muslim Indonesia (JBMI), dimana ketua umumnya saat itu adalah Albiner Sitompul. Seorang purnawirawan TNI yang pernah menjabat sebagai Komandan Kodim 0212 Sibolga/Tapteng.

Untuk mencapai lokasi tugu, dari sibolga ditempuh perjalanan kira-kira  sejauh 66 Km ke arah singkil dengan memakan waktu sekitar 1,5 Jam. Pengunjung dari luar daerah sibolga dan tapanuli tengah maupun yang baru pertama sekali ingin datang, sebaiknya membawa seseorang yang telah mengetahui jalur yang ditempuh sebagai penunjuk jalan atau menggunakan aplikasi google map. 

Tugu yang saat ini berada hanya beberapa meter dari pinggir laut tersebut dulunya adalah lokasi mesjid raya barus. Namun karena abrasi pantai mesjid tersebut akhirnya dipindahkan tak jauh dari lokasi semula.  Bahkan konon jauh sebelum itu, lokasi yang saat ini sebagai tempat tugu adalah lautan tempat kapal-kapal berlabuh, kapal-kapal tersebutlah yang ditumpangi para saudagar pedagang yang turut menyebarkan agama islam di nusantara.

Semenjak adanya tugu, lokasi tersebut menjadi salah satu objek wisata yang selalu ada pengunjungnya, terutama disaat hari libur, apalagi jika liburan hari besar agama islam. Dampak ekonominya, masyarakat sekitar pun membuka usaha yang menyediakan makanan dan minuman bagi para pengunjung.

Keberadaan tugu Kilometer Nol Peradaban Islam Nusantara menambah rangkaian kunjungan wisata religi di barus. Karena sebelumnya telah di kenal pemakaman papan tinggi, di desa penaggahan, kecamatan barus utara dan pemakaman mahligai. Dua komplek pemakaman ini, menjadi kunjungan para peziarah yang sekaligus melakukan wisata religinya.  

Tugu yang saat ini berbentuk bola dunia dengan disanggah tiga tiang tersebut sebelumnya berbentuk tidak persis sama saat pertama sekali dibuat, bahkan saat Jokowi meresmikannya bentuknya belum seperti sekarang ini. Namun berbentuk seperti periuk tanah terbalik dimana keseluruhan sisinya digambar peta dunia. 

Penggunaan tiga tiang menurut JBMI menyimbolkan falsafah adat batak yakni dalihan na tolu, memiliki arti tungku yang berkaki tiga. Tungku yang berkaki tiga harus memiliki keseimbangan yang setara, karena jika satu kaki saja rusak maka tungku tidak dapat digunakan. Sangat berbeda dengan tungku berkaki empat maupun lima, dimana jika satu kakinya rusak. Masih dapat digunakan dengan penyesuaian fungsinya.

Falsafah tungku berkaki tiga tersebut  dalam adat batak dipakai sebagai tiga kedudukan kekerabatan darah dan hubungan perkawinan yaitu, pertama, somba marhula-hula artinya hormat kepada pihak istri. Kedua, elek marboru artinya mengayomi kelompok saudara perempuan dan ketiga, manat mardongan tubu, artinya bersikap hati-hati kepada teman semarga.

Entah karena apa, bentuk yang semula seperti periuk tanah terbalik tersebut dirubah menjadi bentuk bola dunia seperti sekarang ini. Kabarnya dilokasi tersebut pemerintah daerah tapanuli tengah berencana membangun kawasan terpadu peradapan islam, dilokasi direncanakan akan dibangun mesjid besar sebagai simbol peradaban islam. Namun hingga saat ini, rencana tersebut belum ada tanda-tanda akan di realisasikan. 

Meski demikian kita berharap, rencana pembanguna tersebut dapat segera di laksanakan agar menambah nilai sejarah dan religi objek wisata tersebut.


Seputar Blog

[blog][recentbylabel2]
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done