Anjos Nias | Blogger Nias

Wisata

[wisata][recentbylabel]

Kuliner

[kuliner][recentbylabel]

Senin, 15 Februari 2021

Minum Air Tebu Di Gunungsitoli Dan Dapatkan Nutrisinya Bagi Tubuh

Air tebu punya sejumlah manfaat untuk kesehatan dalam tubuh. Karena mengandung kalori dan beberapa nutrisi seperti Karbohidrat, Gula, yaitu sukrosa dan fruktosa, Protein, Kalsium, Kalium, Magnesium, Zat besi. Air tebu juga mengandung natrium, zinc, mangan, serta beragam antioksidan, seperti polifenol, flavonoid, dan karotenoid.

Sebuah penelitian menemukan bahwa mengonsumsi air tebu murni dapat membantu menurunkan kadar kolesterol, baik kolesterol LDL dan trigliserida. Hal ini yang juga dapat melindungi kesehatan jantung dan mencegah terjadinya penyakit jantung serta pembuluh darah seiring bertambahnya usia. 

Menurut Asosiasi Diabetes Amerika Serikat, tebu masuk ke dalam golongan makanan dengan indeks glikemik rendah. Indeks glikemik mengukur kecepatan makanan dalam meningkatkan gula darah dalam tubuh. Indeks glikemik tertinggi, diukur dengan angka 100. Sementara itu, air tebu hanya memiliki indeks glikemik 43 sedangkan nasi putih memiliki indeks glikemik 72.

Sehingga potensi tebu untuk menaikkan kadar gula darah dalam tubuh termasuk rendah. Dikonsumsi secara utuh atau diambil sarinya, tebu juga menjadi pengganti gula yang sangat baik. Namun tetap saja, jangan mengonsumsi tebu berlebihan. Sebab, gula dari tebu yakni fruktosa dan glukosa lebih lambat diserap tubuh, dibandingkan gula sukrosa.

Mengetahui beragam manfaatnya, saya sangat suka mengkonsumsi air tebu secara teratur. Di gunungsitoli, yang saya tahu, penjual air tebu ada di samping Vihara Vimara Dharma, sekitar Taman Ya'ahowu.


Air tebunya langsung diperas dilokasi menggunakan mesin. Karena air tebu tidak bisa dibiarkan berlama-lama usai diperas,kata penjualnya akan menjadi 'basi'.

Uniknya rasa air tebu seperti selalu berbeda dari saat kita terakhir meminumnya. Itu disebabkan perbedaan sumber tebu. Lokasi tumbuhnya tebu akan mempengaruhi rasa air tebunya ketika sudah diperas. 

Untuk harga, 1 cup air tebu hanya seharga Rp. 5 ribu. Jauh lebih murah dari minuman kekinian, namun jauh lebih bermanfaat bagi tubuh kita.

Meski memiliki manfaat yang sehat bagi tubuh, penjualnya mengaku peminat air tebu di gunungsitoli masih sangat minim. Apalagi kalau diingat awal-awal dia mulai jualan air tebu, sehari pernah laku cuma 2 bungkus dengan penghasilan Rp.10 ribu.

Kekurangan lokasi jualannya adalah untuk pelanggan tidak tersedia meja untuk santai sambil ngobrol rame-rame bersama kawan. Meski ada kursi buat pelanggan yang ingin minum di tempat, namun jumlahnya sangat terbatas. Pelanggan baiknya menikmati air tebu di lokasi Taman Ya'ahowu yang persis berada di depan tempat penjualnya atau dibawa pulang saja.

Selasa, 24 November 2020

Menikmati Kopi V60 Di Murai Coffee



Belum tahu kapan persisnya kedai kopi yang berada di daerah Fodo, Kota Gunungsitoli ini mulai buka. Tapi informasi bahwa ada kedai kopi didaerah ini saya dapat dari instagramnya @murai_coffee

Sampai akhirnya punya waktu yang kebetulan untuk singgah. Karena cuaca sedang hujan dan mantel tidak ada disepeda motor. Meski sebenarnya hujan bukanlah alasan utamanya. Tapi memang sudah niat untuk singgah. Karena hujan sudah mulai turun beberapa kilometer, saat saya melaju dari arah selatan menuju kota gunungsitoli dan memaksakan perjalanan demi singgah di Murai Coffee yang berjarak sekitar 6 KM dari pusat kota gunungsitoli.

Begitu sampai, tempatnya memang begitu menarik. Lokasinya terasa lebih terbuka, kesannya berada diteras rumah, dengan nuansa dominan hitam dari kain-kain hitam yang dibentangkan dilangit-langitnya dan cat hitam untuk dinding.

Diarea dinding ada sebuah TV LCD yang digunakan untuk memutar musik untuk memberikan hiburan bagi pelanggan yang sedang menikmati kopi. Dibagian belakang ada lapangan yang biasa digunakan untuk lomba kicau burung. Ada kemungkinan pemiliknya punya hobi merawat burung sehingga menjadi inspirasi menamai tempat usaha kopinya dengan murai.


Saya memang belum benar-benar menjadi penikmat rasa kopi. Hanya mencoba belajar menikmati setiap perbedaan rasa kopi saja dan setiap cerita yang ada didalamnya.  Karena seorang teman saya yang sudah tersertifikasi profesi barista pernah bercerita bahwa mereka yang sudah bisa menikmati rasa kopi akan dapat merasakan rasa yang dihasilkan dari kopi selain pahit yang diolah setiap tangan-tangan pembuat kopi atau barista.

Yah..pembuat kopi, begitu saya menyebutnya untuk seseorang yang belum saya ketahui apakah memang berprofesi barista atau memang hanya pada kesempatan itu sedang bertugas menyeduh kopi. Karena menurut saya tidak semua pembuat kopi adalah barista. Tapi setiap barista pastilah pembuat kopi. Karena saya pernah melihat teman saya yang barista membuat kopi, sangat memperhatikan setiap detail pembuatan kopinya agar rasa kopi yang sesungguhnya dapat sampai ke lidah penikmatnya.

Karena belum memiliki kemampuan menilai dengan benar soal rasa kopi, sering sekali setiap singgah di kedai kopi menu yang dipilih selalu acak. Seperti halnya ulasan 3 varian rasa kopi janji jiwa di gunungsitoli pun demikian. Untuk kali ini, melihat menu kopi V60 yang merasa kesannya seperti unik. Lalu saya pesan menu itu saja.

Dari meja saya menunggu saya perhatikan pembuat kopinya menggiling hingga menuangkan air hangat dengan ceret leher angsa ke atas bubuk kopi yang telah dituang. Hingga botol tempat kopi terisi sesuai takaran pesanan. 

Lalu kopi yang sudah berada dalam wadah botol dan satu cangkir kecil di antar dan mulailah saya tuangkan kopi kedalam cangkir dan menyeduhnya.

Hangat...yah tentu itu yang terasa terlebih dahulu karena kopinya baru diseduh. Lalu pahit mulai terasa di bagian ujung dalam lidah dan akhirnya rasa asam mulai menjalari isi mulut dan kembali lagi kepahit. Begitulah yang terasa setiap kali menenguk sedikit demi sedikit kopi v60 yang disajikan, sambil membuat tulisan ini.

Tentu suhu kopi akan turun, karena durasi menikmati sambil membuat tulisan ini cukup lama. Kopi V60 yang dingin akhirnya mengeluarkan rasa asam yang kental dan diakhiri dengan rasa pahit yang mungkin khasnya kopi arabica. 

Untuk diketahui V60 ini bukan jenis kopi atau merk kopi. V60 hanya teknik dalam penyeduhan kopi. V60 diartikan dengan alat seduhnya yang berbentuk huruf V dengan kemiringan 60 derajat.

Harga Kopi V60 : Rp. 20.000

Minggu, 21 Juni 2020

Ulasan 3 Varian Rasa Kopi Janji Jiwa Di Gunungsitoli

Rasa kopi janji jiwa kota gunungsitoli
Menikmati kopi janji jiwa sambil memandang taman ya'ahowu
Setelah festival kopi nusantara dalam rangkaian kegiatan Sail Nias 2019 yang lalu, waralaba kopi janji jiwa membuka outletnya di Gunungsitoli, pada Februari 2020 yang lalu. Untuk itu saya buat ulasan 3 varian rasa kopi janji jiwa di Gunungsitoli, Pulau Nias.

Sebelum mengulas rasa kopinya, saya beri gambaran tempat ngopi dengan outlet berjilid 738 ini. Untuk tempatnya sengaja dibuat lebih terbuka, karena bisa menikmati pemandangan laut dan Taman Ya'ahowu Kota Gunungsitoli. Karena tempatnya lebih terbuka, suhu udaranya pun akan mengikuti suhu udara sekitar. Namun untuk mensiasati udara panas yang bisa menggangu, tempat usaha itu memasangi beberapa kipas angin air.

Lalu untuk soal rasa, saya ulas tiga varian rasa yang menggunakan kopi. Meski nama usahanya kopi, waralaba ini teryata tetap menyediakan minuman yang tidak menggunakan kopi.

Tiga varian rasa akan saya ulas berikut ini:


1. Es Kopi Coklat


Untuk bisa merasakan Es Kopi Coklat, kita harus membayar seharga Rp. 20.000,-. Es kopi coklat yang telah diracik akan dibuat dalam kemasan gelas plastik lalu ditutup dengan plastik yang di press dan disediakan sedotan.

Saat es kopi coklat telah sampai dimulut melalui sedotan, Awalnya akan sangat terasa coklatnya di mulut. saat rasa coklat mulai hilang, rasa kopi dan aromanya baru terasa di lidah.

Selain itu ada rasa pahit yang sepertinya berasal dari rasa coklatnya. Pada saat tertentu saat menyeruput, akan lebih terasa kopinya dan di akhiri dengan rasa coklat manis kepahitan.

Saat es kopi coklat itu telah habis tertelan, rasa pahitnya seperti lebih bertahan lama terasa dimulut. Bagi yang tidak biasa sebaiknya menyiapkan air putih menetralisirnya atau menyedot kembali es kopi coklatnya.
Tempat kopi janji jiwa di kota gunungsitoli

Namun rasa yang tadi menggunakan sedotan akan berbeda saat dinikmati dengan meneguk langsung dari gelasnya. Rasa kopi akan lebih terasa dari coklatnya. Dan rasa pahit pun juga terasa dari kopi. Perbedaan rasa antara menggunakan sedotan dan meneguk langsung itu teryata diakibatkan coklat pada campuran kopi lebih mengendap di bagian bawah. 

Untuk mendapatkan sensasi perpaduan rasa, Saat akan diminum sebaiknya diaduk terlebih dahulu. Namun saat sudah bercampur, aroma kopinya tidak akan tercium

Meski dikasih es batu, rasa dingin sepertinya tidak bisa mempengaruhi rasa yang pahit yang begitu menyengat.  Tapi sesaat rasa pahit telah hilang,akan muncul rasa manis di liur.

2. Es kopi susu

Bagi yang belum terbiasa dengan kopi, menu es kopi susu ini sepertinya lebih pas. Dengan harga 18 ribu pergelasnya.  Saat meminumnya rasa kopi hanya terasa sedikit, dominan terasa lebih manis. 

Belum tahu apakah rasa manis dihasilkan dari susu atau memang ada campuran khusus. Karena jika susu murni yang digunakan tentu tidak memiliki rasa manis. Kecuali susu yang dimaksud adalah creamer.

Karena rasanya yang dominan manis, tidak perlu lama-lama untuk menghabiskan 1 gelas es kopi susu. Apalahi tidak sensasi perbedaan rasa dimulut antara proses meneguk es kopi itu.
Janji jiwa jilid 738 kota gunungsitoli

3. Americano Hot Coffee


Dengan harga 15 ribu satu gelasnya, americano hot coffee bisa dinikmati dengan tempat penyajiannya yang lebih kecil dari gelas varian campuran es.

Meski disajikan dengan gelas plastik yang memiliki tutup untuk bisa diminum langsung, pelanggan tetap disediakan sedotan berbentuk pipih.

Saat meminum kopi tersebut, saya tidak mendapatkan aroma khas kopi. Lalu untuk soal rasa, kopi yang disajikan tanpa gula ini. Hanya memberikan sedikit saja rasa pahit. Lalu saat kopi telah habis tertelan, tidak ada rasa lain yang tersisa pada liur.

Karena rasa pahitnya yang sedikit, jika dalam keadaan dingin, bisa saja kopi segelas itu diminum sekali teguk saja. 

Itulah 3 varian rasa yang sudah saya coba di outlet Kopi janji jiwa gunungsitoli.

Senin, 25 Mei 2020

Meriam Di Gunungsitoli, Bukti Peninggalan Masuknya Suku Aceh dan Minang Di Nias


Meriam di gunungsitoli bukti masuknya suku minang dan aceh di nias

Beberapa pucuk meriam yang ada di Kota Gunungsitoli adalah bukti peninggalan masuknya Suku Aceh dan Minang di Pulau Nias. Meriam - meriam itu saat ini ada di 3 tempat. Di Kota gunungsitoli, Pulau Nias, Sumut terdapat sebuah tempat yang disebut dengan simpang meriam. Penamaan itu diberikan karena tepat dipersimpangan ada sebuah tugu dengan 6 meriam tersusun rapi. 

Tahun 2018 yang lalu, tugu ini di pugar untuk menyesuaikan ketinggiannya dengan jalan, karena tugu yang sebelumnya semakin terlihat pendek, disebabkan jalan semakin tinggi. Meriam-meriam itu pada masanya didatangkan dari luar Pulau Nias. 

Meriam tersebut dibawa oleh Datuk Ahmad dari Padang Panjang, Sumatera Barat. Datuk ahmad diketahui seorang bangsawan minang yang pada masa itu berlayar dari Sumatera Barat dengan tujuan Aceh Barat untuk berdagang, dari penuturan lain tujuannya ke Aceh Barat untuk mencari saudara laki-laki ibunya (mamak) yang telah lama berlayar ke negeri aceh. Dalam pelayaran itu, Datuk Ahmad membawa persenjataan, termasuk beberapa pucuk meriam. 

Saat melintasi perairan sekitar pulau nias sekitar tahun 1690, pelayaran kapal layar (picalang) Datuk Ahmad terganggu akibat badai. Sehingga kapal dibawa berlabuh disekitar teluk belukar, afia.  Perlabuhan itu pada akhirnya membuat Datuk Ahmad mendapatkan permintaan dari pemimpin di sekitar wilayah gunungsitoli (Balugu) untuk menetap di pulau nias. Dengan tujuan untuk membantu melawan serangan bajak laut yang semakin merajalela diwilayah pesisir pulau nias saat itu.

Akhirnya Datuk Ahmad membuat kesepakatan kerjasama dengan para pemimpin wilayah itu untuk membantu pengamanan wilayah pesisir dan menetaplah dia di Pulau Nias.  Datuk Ahmad pun menikahi putri dari Teuku Polem yaitu Siti Zohora. Meriam yang dibawa Datuk Ahmad tadi dipergunakanlah sebagai senjata untuk benteng pertahanan yang dibangun oleh Datuk Maharaja lelo pada tahun 1775. 

Lalu tahun 1952 meriam-meriam itu dibuatkan menjadi tugu oleh seorang kepala desa atas nama Zakaria Baginda.

Dari sumber lain yang mengaku keturunan datuk ahmad dengan mengirimkan bukti stambuk keturunannya mengatakan bahwa berdasarkan cerita dari orang-orang tua mereka. Meriam itu adalah hadiah dari Tuanku Polem kepada Datuk Raja Ahmad yang telah menikahi putrinya.

Sejak itulah tugu dengan 6 meriam tersebut menjadi saksi bisu pembangunan Kota Gunungsitoli. 

Mesjid Jami Al-Khaerat, Mudik, Kota Gunungsitoli

Selain meriam yang dijadikan tugu sekaligus penanda nama tempat tersebut. Meriam lain yang berasal dari satu sumber berada di halaman Mesjid Jami Al-Khaerat, Mudik dan Pendopo Bupati Nias.

Dua meriam tersebut dibawa dari aceh pada tahun 1691 saat Simeugang dan Acah Harefa kembali ke Nias setelah dijemput oleh Adek Ipar Simeugang yakni Datuk Ahmad. Simeugang adalah anak pertama dari Teuku Polem. Datuk Ahmad yang dimaksud adalah Datuk Ahmad yang sudah saya tuliskan diatas.

Meriam yang ada di halaman mesjid mudik gunungsitoli
Meriam di halaman Mesjid Jami Al-Khaerat

Teuku Polem menetap di Nias sekitar tahun 1642 setelah pergi meninggalkan tempat kelahirannya yaitu aceh. Dua meriam yang dibawa tersebut juga merupakan kenang-kenangan peninggalan dari Kakek Teuku Polem, yaitu Teuku Cik. 

Jika kita lihat pada dudukan meriam yang ada di mudik tersebut dibagian depannya tertulis R T Polem Atjeh XXVI 639 Masehi dan dibagian sampingnya tertulis, Moedik 10 April 1939.

Pendopo Bupati Nias

Dengan demikian, merunut tulisan diatas bahwa kepemilikan meriam di Gunungsitoli memiliki ikatan kekerabatan yang sangat dekat. Meski keduanya berasal dari daerah yang berbeda, yakni aceh dan minang. Namun kekerabatan tersebut terbangun dengan ikatan perkawinan Datuk Ahmad dengan Siti Zohora yang merupakan adek kandung dari Simeugang. Datuk Ahmad membawa meriam dari Minang dan Simeugang membawa meriam dari Aceh.

Adapun sumber tulisan berasal dari buku  berjudul "tuturan tiga sosok nias" dan ditambahi sumber lain dengan interprestasi penulis yang bertujuan mengali sejarah terkait hal tersebut.


Kamis, 09 April 2020

Melihat Langsung Semburan Mata Air Panas Sipoholon

Semburan Mata Air Panas

Tarutung , Kabupaten Tapanuli Utara,  Provinsi Sumatera Utara, selain memiliki objek wisata religi salib kasih juga memiliki objek wisata alam pemandian air panas yang terletak di jalan balige, Sipoholon. objek wisata ini sangat mudah untuk ditemukan karena berada di jalan umum yang biasa dilintasi jika menuju atau dari medan. Objek wisata itu dikenal dengan nama pemandian air panas sipoholon.

Lihat videonya :


Lokasi pemandiannya pun bukan hanya satu, karena setiap lokasi pemandian dikelola oleh pemilik usaha yang berbeda. Untuk bisa memasuki lokasi pemandian, kita harus melakukan pembayaran dahulu semacam uang masuk. Jika tidak ada pemandu, begitu tiba dilokasi sebaiknya tidak langsung memasuki tempat, sebaiknya berkeliling sebentar untuk melihat kondisi kenyamanan setiap tempat pemandian. 
Jejeran tempat masuk pemandian air panas

Karena setiap pemandian memiliki fasilitas dan bentuk kolam yang berbeda-beda. Sebagai pengalaman, karena saya juga baru pertama kali pergi ke tempat pemandian itu,  langsung memilih satu tempat hanya karena parkirannya sepi dan setelah membayar, teryata tempat yang saya masuki kolamnya terlihat kurang menarik. 

Beruntung kekecewaan itu bisa diobati, karena dibelakang lokasi pemandian ada sebuah bukit yang merupakan sumber mata air panas yang dialirkan ke masing-masing kolam. Semua lokasi pemandian mengizinkan pengunjung untuk naik ke bukit itu, dengan catatan agar tidak merusak aliran air yang dibuat dengan mengeruk tanah dan menyampung beberapa bambu. 

Daerah perbukitan, aliran air panas
Saat berada di bukit itu, kita akan melihat beberapa titik mata air panas yang keluar begitu deras dan pada alirannya yang menggenang akan terlihat buih air mendidih. Tentu panas air di lokasi perbukitan lebih tinggi dari pada yang didalam kolam, hal itu saya ketahui saat mencelumkan jari di dalam aliran air yang diperbukitan.

Pembagian aliran ke setiap usaha pemandian

Selain dapat melihat mata air dan alirannya, diperbukitan tersebut akan dapat dilihat endapan belerang yang jika di foto saat cuaca sedang tidak terik terlihat seperti air es yang membeku. Dari perbukitan inilah saya ketahui teryata selain lokasi kolam yang saya masuki masih ada lokasi kolam lain yang lebih bagus fasilitasnya dan harga untuk bisa masuk semuanya sama.

Endapan belerang
Saat saya berada dilokasi matahari sudah sangat terik. Suhu udara saat berada diperbukitan terasa sangat panas. Karena cuaca terik dari matahari dan panas dari uap air yang kekuar. pandangan pun terasa sangat menyilaukan. Hampir tidak bisa membuka mata seratus persen, oleh karena itu saat naik kebukit saya sarankan menggunakan kaca mata hitam.

Saat mandi dikolam jangan heran jika ada pengunjung yang akan mengolesi badannya dengan endapan belerang yang di dapatkan dengan mengorek di sekitar cucuran air. Karena selain berendam dengan air panas, mengolesi belerang dan membiarkannya beberapa saat di kulit badan diyakini dapat membersihkan kulit dan menghilangkan penyakit.
Suasana kolam berendam

Untuk tukar pakaian, pemilik usaha juga sudah menyediakan beberapa kamar mandi yang didalamnya ada bak berisi air panas juga. Suhu air dalam bak tersebut biasanya lebih panas, mungkin karena wadahnya yang lebih kecil sehingga suhu air tersebut tetap terjaga. Jadi kalau mau menyiramkan air kebadan setelah berendam, baiknya pelan-pelan saja.

Salah satu tempat yang baru saya ketahui setelah selesai dari tempat semula, yaitu hotel boli-boli. Di Hotel ini, kolamnya tentu terlihat lebih menarik. Karena penataannya dan bahan pembuatan kolamnya sudah disesuaikan dengan standar hotel.
Pemandangan dari atas bukit

Selain menyediakan tempat pemandian air panas, di bagian juga menyediakan penjualan oleh-oleh berupa kaus dengan desain bernuasa batak.  

Untuk makan minum, setiap tempat pemandian juga menjual makanan dan minuman dengan berbagai menu.
Kolam untuk berendam dilihat dari atas bukit

Pemandian Air Panas Sipaholon
Jalan Balige
Uang masuk :5000/orang

Sabtu, 07 Maret 2020

Ada Sisa Makanan Yang Mungkin Berusia Ribuan Tahun, Datang Aja Ke Togindrawa

Suasana Gua
Togidrawa begitu gua yang menjadi salah satu tempat wisata di gunungsitoli tersebut dinamai. Letaknya yang berada di lereng perbukitan Desa lolowonu niko’otano, Kecamatan Gunungsitoli, Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara, hanya berjarak sekitar 3 Km dari pusat pasar Kota Gunungsitoli. Akses jalan menuju gua tersebut pun sudah sangat bagus sehingga bisa ditempuh dengan kendaraan roda dua dan empat.

Jika perjalanan dimulai dari Tugu Gempa, maka mengambil jalan berbelok disamping kantor BRI Cabang Gunungsitoli memasuki jalan Dr. Cipto Mangunkusumo depan Rumah Sakit Umum Gunungsitoli mengikuti jalan utama menuju Kecamatan Alasa hingga sejauh kira-kira 2 km, sampai pada persimpangan jalan beraspal kedua, lalu berbelok mengikuti jalan yang terus mendaki dab sebelum tiba di lokasi masuk akan di temui disebelah kanan jalan sebuah rumah adat yang berdiri kokoh.

Bagian luar gua togindrawa
Saat sudah melihat rumah adat tersebut, baiknya laju kendaraan diperlambat. Karena tidak jauh dari situ lokasi masuk akan segera sampai. Hingga tulisan ini dibuat belum ada tanda penunjuk telah tiba di lokasi masuk. Hanya keramaian kendaraan dan para pedanganglah yang mengisyaratkan bahwa telah tiba di lokasi yang telah dituju.

Setelah memarkir kendaraan, selanjutnya akan dilakukan dengan jalan kaki yang tidak terlalu jauh. Terlebih dahulu menuruni tangga yang telah dibangun untuk mempermudah jalan. Begitu tangga terakhir dilalui disebelah kiri jalur akan langsung terlihat gua kecil sekaligus penanda bahwa telah berada di lokasi gua togindrawa.

Stalagmit di dalam gua Togindrawa
Ada 4 mulut gua yang bisa ditemui, namun hanya satu gua yang memiliki jalur dan ruangan yang besar serta menjadi gua utama di lokasi ini. Memasuki mulut gua utama, aroma lembab langsung tercium dihidung. Karena masih mendapatkan cahaya, kita bisa melihat bekas tetesan air yang telah membatu menjadi stalagmit dan stalaktit. Semakin jauh akan semakin gelap, karena belum ada alat penerang yang sudah dipasang didalam gua. Sehingga dibutuhkan senter, untuk bisa menerangi langkah kaki, sekaligus untuk menerangi berbagai keunikan bentuk-bentuk stalagmit dan stalaktit. 

Suasana gua yang gelap dan terasa lembab, akan semakin terasa sensasinya ketika tidak ada suara pengunjung. Karena kita akan bisa mendengarkan suara tetesan-tetesan air yang jatuh dari langit – langit gua. 

Bagian atas gua yang berlubang
Diujung gua utama, sebuah lubang di bagian atas sekaligus berfungsi sebagai cahaya masuk, telah dipasangi tangga yang terbuat dari besi. Dengan tangga besi tersebut pengunjung akan bisa naik ke bagian atas gua. Namun baiknya saat menaiki tangga tersebut agar tidak bergerombol, untuk menjaga kemampuan tangga menampung beban berat. Tiba dibagian atas, pengunjung bisa memilih turun melalui tangga dan kembali ke jalur datang tadi. Atau meneruskan langkah melalui kebun masyarakat sekitar, menuju jalan beraspal yang sudah terlihat dari lokasi puncak tangga.   

Tumpukan cangkang kerang-kerangan
Berdasarkan penelitian bertahap yang dilakukan balai arkelogi sumatera utara tahun 1999 sampai 2002 diperkirakan digua tersebut telah dihuni sejak sekitar 12 ribu tahun yang lalu hingga berkisar tahun 1150 Masehi. Saat penelitian dilakukan ditemukan berbagai bukti peninggalan seperti berupa alat-alat batu yang berkarakter mesolitik, diantaranya serpih batu, batu pukul dan pipisan. Temuan lain berupa sisa-sisa vertebrata yang terdiri dari ikan (Pisces), ular (Ophodia), buaya (Squamosa), kura-kura (Testudinidae), hewan pemakan daging (Carnivora), Hewan pengerat (Rodentia), kelelawar (Chiroptera), hewan berkuku genap (Artiodactyla) dan Primata cangkang moluska yang terdiri dari kelas Gastropoda dan Pelecypoda. 

Namun karena lama tidak diperhatikan berbagai bukti peninggalan tersebut tidak lagi bisa dilihat. Kecuali mungkin pada salah satu bagian mulut gua masih bisa ditemukan cangkang moluska yang terdiri dari kelas Gastropoda dan Pelecypoda atau yang lebih dikenal awam sebagai cangkang kerang - kerangan atau siput  laut yang diperkirakan bekas sisa makanan penghuni gua tersebut.

Cangkang sisa makanan
Meski menjadi seperti terabaikan, cangkang kerang atau siput laut bekas sisa makanan penghuni gua itu adalah sesuatu yang bisa menjadi daya tarik gua. Pengunjung pun biasanya abai dengan hal itu, padahal sisa – sisa makanan tersebut banyak berserakan di salah satu mulut gua. Mungkin karena bentuknya yang biasa dan letaknya tidak di gua utama. 

Karena jika hanya datang melihat gua, maka tidak butuh waktu lama. Kita pasti akan segera meninggalakan lokasi wisata tersebut, karena menurut kita tidak ada lagi yang  bisa dilihat. Dengan adanya sisa makanan tersebut, kita bisa sedikit lebih lama di lokasi untuk melihat bentuk-bentuk cangkang kerang sisa makanan itu. Namun sebaiknya pengunjung tidak membawa pulang jika sudah melihat sisa cangkang kerang dimaksud. Apalagi karena telah terabaikan sehingga tidak ada yang memperhatikan.

Didalam gua
Dibagian luar gua juga telah dibangun jalur pedestrian yang bisa dilalui menuju bagian atas gua. Namun begitu sampai dibagian atas. Kita harus kembali melalui jalur yang sama untuk turun. Karena belum ada jalur lanjutannya. Selain itu juga sudah ada dua buah gazebo sebagai tempat istirahat bagi para pengunjung.

Saat ke lokasi ini sebaiknya mempersiapkan minuman dan makanan ringan, yang bisa dibeli melalui masyarakat yang  berjualan di lokasi pintu masuk atau dibawa sendiri. Karena di sekitar gua tidak ada penjual makanan dan minuman. 

Untuk mendapatkan foto – foto yang menarik didalam gua, sebaiknya tidak menggunakan kamera HP. Karena kondisi gua yang gelap sehingga membutuhkan cahaya yang tinggi seperti dari kamera digital.

Senin, 17 Februari 2020

Wisata Alam dan Religi Di Salib Kasih, Tarutung

Perjalanan dimulai dari Kota Sibolga, kota yang berada di pesisir pantai barat Sumatera utara menuju Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara. Melewati Jalan yang dikenal dengan banyaknya belokan tersebut menghabiskan waktu tempuh lebih kurang 2 jam. Karena laju mobil sengaja dibuat lambat agar tidak menyebabkan mual. Padahal kondisi jalan yang sangat mulus, harusnya perjalanan menuju Tarutung tersebut sudah bisa ditempuh dengan waktu 1,5 Jam.

Sambutan tugu kacang yang masih kokoh, pertanda bahwa telah memasuki tarutung. Tugu Kacang tersebut dibuat karena tarutung terkenal dengan kacang sihobuknya yang sangat renyah. Dari kota tarutung masih membutuhkan waktu sekitar 30 Menit lagi untuk bisa sampai di Salib Kasih. 

Lapangan pintu masuk menuju salib kasih
Salib Kasih terletak di Bukit Siatas Barita, Desa Situngkir, Kabupaten Tapanuli Utara. Salib Kasih adalah sebuah monumen yang dibangun untuk mengenang jasa Misionaris Kristen asal Jerman yaitu Inger Ludwig Nommensen. Pembangunan Salib Kasih digagas tahun 1992 dan mulai dibangun tahun 1993.

Sebagai penanda memasuki jalan menuju lokasi, ada sebuah gapura bertuliskan selamat datang di Salib Kasih. Lalu perjalanan akan melalui jalur pendakian hingga tiba di lokasi parkir kendaraan, untuk retribusi parkirnya akan dibayar nanti saat pulang meninggalkan lokasi.

Dari lokasi parkir, kita harus menuruni anak tangga hingga ke lokasi lapangannya. Di lokasi lapangan ini, ada terdapat beberapa arena, diantaranya penjuanan souvenir, penjualan makanan dan minuman, arena mewarnai anak, trambolin anak dan Sewa Motor ATV.

Jalur beranak tangga
Sebelum melanjutkan perjalanan, kita harus membayar tiket masuk di pintu gerbang yang didepannya berdiri patung Nommensen. Selanjutnya perjalanan akan dilakukan dengan berjalan kaki dengan jalur mendaki sekitar 800 Meter. Oleh karena itu perlu tenaga ekstra untuk bisa sampai ke lokasi salib kasihnya. Namun ada juga tersedia ojek yang bisa membawa pengunjung, tetapi bagi pengunjung yang ingin diangkut ojek, harus mengeluarkan biaya tambahan dan bersabar menunggu. Karena hanya ada tersedia 1 ojek saja. Hal itu mungkin karena jalur yang tersedia juga sangat sempit serta kemiringan yang tinggi, sehingga tidak memungkinkan ojek bisa saling berpapasan dijalan.

Ada dua jalur yang tersedia, satu untuk jalur mendaki dan satunya lagi untuk jalur menurun. Tetapi pengunjung biasanya memilih secara bebas untuk jalur yang ditempuhnya. Sehingga di sepanjang jalur akan selalu berpapasan dengan pengunjung saat mendaki maupun menurun. Kedua jalur dibedakan dari bentuknya, satu beranak tangga dan yang satunya jalur rata saja. Jalur rata tersebutlah yang menjadi jalur ojek. 

Jalur rata seperti pedestrian
Sepanjang jalur pendakian, pengunjung akan menikmati hawa yang sejuk dengan kerindangan yang dihasilkan oleh pohon pinus. Jika melawati jalur beranak tangga, dipertengahan jalan pengunjung bisa melihat jejeran plangkat yang sengaja ditinggalkan oleh pengunjung untuk mengenang bahwa dirinya pernah berkunjung ke salib kasih. Plangkat yang jumlahnya ratusan tersebut, sepintas akan terlihat seperti nisan di makam. Namun begitu kita dekati dan baca tulisannya, barulah kita sadari bahwa itu hanya barisan plangkat kenangan.

Plangkat kenangan
Selain plangkat tersebut, di tengah jalur pendakian juga telah tersedia toilet yang bisa digunakan pengunjung dan setelah menggunakannya kita akan dimintai uang oleh penjaganya. Nantinya toilet pun akan bisa di jumpai di sekitar lokasi salib kasih. Untuk soal kebersihan, toilet yang ada sangat terjamin kebersihannya. Penjaga yang mengutip uang tadi setiap saat selalu menyiramkan air dan pewangi ketika toilet tidak ada yang menggunakan.

Bagi para pengunjung perlu mempersiapkan air minum hingga makanan ringan sendiri, karena sepanjang jalur pendakian. Tidak akan ada ditemui pedagang, sehingga jika kehausan, kita harus berjuang dulu sampai dilokasi. Baru bisa membeli disatu-satunya kantin yang ada ditempat tersebut. Jangan berharap kantin yang ada menyediakan berbagai makanan dan minuman, dari apa yang saya lihat, kantinnya hanya menyediakan mie instan, air mineral, kopi saset dan beberapa makanan ringan.

Tiba di lokasi, salib dengan ketinggian 31 Meter tersebut akan membuat kita menegadah ke atas untuk bisa melihat puncaknya. Disekitar salib, tersedia  tempat duduk dari beton berkeramik menghadap ke tarutung. Rasa capek sepanjang jalur pendakian, rasanya akan terbayar jika sampai di lokasi ini, kita akan disuguhkan pemandangan hamparan persawahan dan jejeran rumah yang begitu apik. 

Pemandangan dari lokasi salib kasih
Lokasi ini pun sangat bagus untuk dijadikan berfoto, untuk latar pun tinggal pilih, mau berlatar salib ataupun pemandangan tadi. Tentu untuk mendapatkan latar foto yang menarik, kita harus mencari posisi yang pas, sehingga bentuk salibnya bisa kelihatan utuh saat menggunakannya sebagai latar foto.

Selain itu, di sekitar salib juga terdapat bangunan-bangunan kecil yang digunakan sebagai tempat berdoa bagi pengunjung yang sedang berwisata religi. Masuk keruangan tesebut diwajibkan untuk melepaskan alas kaki. Didalam ruangan telah tersedia satu meja untuk duduk lesehan dan satu buah alkitab. 

Lokasi sekitar kantin untuk spot foto
Mengingat salib kasih adalah indentik dengan wisata religi kristen, namun pengunjung yang beragama selain kristen  pun bisa datang, untuk menikmati wisata alamnya. Terutama jika suka dengan rerimbunan pohon pinus. Apalagi bagi pengunjung yang suka foto, ada banyak spot foto yang instagramable di sekitar kantin.

Sebaiknya jika datang ke salib kasih pada saat cuaca sedang cerah, jika cuaca mendung, apalagi baru turun hujan. Daerah yang berada di perbukitan ini, akan diselimuti oleh kabut dan  jalanannya bisa terasa licin.

Setelah puas, selanjutnya adalah berjalan menuruni bukit kembali. Sebaiknya memilih jalur yang berbeda saat pendakian tadi. Agar suasananya yang didapatkan menjadi berbeda. Setelah sampai dibawah, selanjutnya dapat membeli saovenir berupa kaos atau syal yang bertuliskan salib kasih. Bisa juga mengisi perut yang pastinya terasa kosong karena telah capek melakukan pendakian dan penurunan tadi. Setelah semua itu perjalanan ke objek wisata lainnya di Tarutung untuk melihat semburan mata air panas di sipaholon bisa dilanjutkan kembali.

Salib Kasih
Retribusi Parkir Mobil : Rp. 5000
Ticket Masuk Salib Kasih : Rp. 7000/ Dewasa
Mewarnai Anak : Rp. 15.000
Trambolin Anak : Rp. 25.000
Sewa Motor ATV : Rp. 25.000/15 Menit
Toilet : Rp. 2000

Seputar Blog

[blog][recentbylabel2]

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done