Minggu, 15 Desember 2019

Kemahalan, Pandi Harus Turunkan Harga Sewa (dot) Id

Saat ini ada 13 Top Level Domain (TLD) dengan ekstensi domain (dot) id. Domain (dot) id adalah jenis domain Country Code Top Level Domain (CCTLD) untuk negara Indonesia. 

Top Level Domain (TLD) dengan ekstensi domain (dot) id tersebut dikelola oleh sebuah lembaga yang bernama Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (Pandi). Pandi adalah Registri Nama Domain Tingkat Atas Indonesia (.ID) yang ditugaskan oleh Menteri Komunikasi dan Teknologi Informasi (Kominfo) Republik Indonesia dengan Keputusan No. 806 tahun 2014.

Ke 13 ekstensi domain (dot) id yang ada saat ini adalah .id, .co.id, .ac.id, .or.id, .sch.id, .my.id, .web.id, .biz.id, .net.id, .go.id, .ponpes.id, .desa.id dan .mil.id .

Dari ke 13 ekstensi  domain itu, hanya ada 4 yang dapat disewa untuk keperluan pribadi dengan tujuan penggunaanya adalah alamat domain blog atau situ pribadi, yaitu .id, my.id, .web.id, dan .biz.id. Karena dalam pemesanan sewa untuk ekstensi domain itu hanya membutuhkan dokumen berupa KTP pengelolanya. Sedangkan selain domain itu, membutuhkan dokumen lain sesuai dengan peruntukannya.

Karena berbicara soal kemahalan, maka yang saya maksud adalah ekstensi domain (dot) id. Sedangkan 3 ekstensi domain lainnya memang tergolong memiliki harga yang sangat murah, terutama domain .my.id yang saat ini ditawarkan hanya dengan harga 10 ribuan.

Lalu jika ada sewa yang murah, mengapa blogger pemula harus menyewa yang mahal?

Coba perhatikan dari ke 4 ekstensi domain yang bisa digunakan untuk alamat blog, hanya 1 ekstensi domain yang singkat dan tidak menggunakan (dot) sebanyak dua kali, yaitu (dot) id. ekstensi domain yang singkat dan memiliki kesan yang familiar tentu lebih mudah untuk diingat para pembaca. Sehingga domain (dot) id lebih memiliki daya tarik untuk disewa sebagai ekstensi domain blog.

Namun sewa yang lebih mahal dibandingkan ekstensi domain (dot) com yang sudah lebih dahulu akrab bagi setiap warganet, membuat para calon penyewa domain terutara blogger pemula akan lebih memilih ekstensi domain (dot)  com. Saat ini harga sewa pertahunnya  (dot) com sekitar  Rp. 125 Ribu dan sewa (dot) id sekitar Rp. 250 ribu. 

Padahal Pandi mengakui bahwa pengguna ekstensi domain (dot) id belum mencapai target yang telah direncanakan. Pandi menargetkan pengguna ekstensi domain (dot) id kisaran angka 800 ribu di tahun 2019 ini. Meski satu tahun terakhir pertumbuhan pengguna ekstensi domain (dot) id mengalami peningkatan sebesar 27, 2 persen, namun hingga november 2019 pengguna ekstensi domain (dot) id baru mencapai 344.361. melihat perkembangan itulah akhirnya pandi hanya berani memprediksi hingga desember 2019 pengguna ekstensi domain (dot) id kemungkinan hanya sampai 350 ribu.

Pada akhirnya kebijakan pemerintah menjadi kambing hitam Pandi akibat tidak tercapainya pengguna sesuai yang ditargetkan. Peraturan Pemerintah no 71 tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik, menurut pandi tetap belum bisa melakukan kerjasama langsung dengan mitra Registrar Luar Negeri, maka upaya pemasaran ke pasar Internasional belum bisa dilakukan secara optimal. 

Seharusnya Pandi tidak perlu terlalu jauh melakukan target hingga ke pasar internasional, jika saja pandi mau menurunkan harga sewa ekstensi (dot) id hingga sejajar dengan (dot) com pasti para pengguna di Indonesia akan lebih memilih menggunakan (dot) id. Karena untuk pengguna (dot) id, pandi harusnya lebih menyasar para pengguna baru seperti para blogger pemula. Apalagi ekstensi (dot) id yang saat ini sudah mulai banyak digunakan oleh media-media online besar, tentu akan menarik hati para blogger pemula jika harganya setara dengan (dot) com. Karena para blogger senior kemungkinan besar tidak akan merubah ekstensi domain lamanya, karena akan mempengaruhi sejumlah hal terutama soal penemuan dari mesin pencari dan peringkat domain blog, kecuali para blogger senior membuat blog baru untuk tulisan dengat target pembaca yang berbeda dari blognya yang telah ada.

Meski Pandi telah melakukan siasat penargetan pengguna pemula dengan (dot) my (dot) id, dengan perubahan harga menjadi sangat murah, tetap saja peningkatan pengguna ekstensi domain tersebut tidak meningkat tajam. Dari januari hingga November 2019 hanya terjadi peningkatan pengguna  sebanyak 6505 pengguna (dot) my (dot) id , bandingkan dengan (dot) id pada kurun waktu yang sama, ada peningkatan sebanyak 33.779 pengguna. Dari perbandingan tersebut terlihat bahwa pasar memang lebih menginginkan menggunakan (dot) id, padahal harganya jauh lebih mahal dari ekstensi domain (dot) com. 

Jika dengan harga demikian saja pengguna (dot) id bisa meningkat dengan tajam, apalagi jika harga diturunkan. Pengguna akan melebihi apa yang telah ditargetkan Pandi untuk tahun 2020 yakni sebanyak 500 ribu pengguna. Sebagai domain identitas indonesia, jika harga sejajar dengan (dot) com, pasti para blogger akan lebih memilih (dot) id.

36 komentar:

  1. Sekarang emang Makin banyak saingannya kalo udah ngomongin domain yaaa.. Musti pinter2 milihnya juga, apalagi kalo harga terjangkau, pasti Makin banyak peminatnya

    BalasHapus
  2. Kadang saya itu heran, kalau yang dikelola pemerintah atau punya pemerintah kok mahalnya kayak ampun. Cepat cepat ingin balik modal mungkin ya
    Dulu saya juga ingin sekali menggunakan DOT id, ingat harga dan persyaratan yang berbelit jadi urung. Seharusnya kayak for com lah, mudah, simple dan terjangkau.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah itu yang kurang jelas, apakah pengelolaan itu uangnya ke pemerintah atau gak. Tp kayaknya PANDI itu bukan pemerintah.

      Hapus
    2. setuju ama Mas Djangkaru... utk warga negaranya saja kok mahal gitu.. kalo murah saya yakin bakalan byk kok yg pake... trs persayaratannya gak musti direpotkanlah... sesimpel mungkin yg penting data tercatat. sampe skrg saya sebenarnya nglirik domain id.. tp msh mikir trs... sampe2 gak kerasa usia blog saya udh naik trs, jd males deh beli domainnya, hehe... :D

      Hapus
  3. bahasan beginian ini saiyah blank. padahal penting ya. kayanya itu kok susah banget mau belajar hehe.. sampe beli domain juga dibantu kawan. makasih infonya ya.. belajar deh.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya juga dulu gitu, baru2 ngenal blog. Lama-lama ya paham juga

      Hapus
  4. Dengan manfaat yang sama, agak susah ya kalau kita mau menjual produk atau jasa dengan harga lebih mahal dari yang lainnya. Kecuali, untuk produk-produk berkelas gitu yang dari sisi kualitas dan gengsi beda jauh.

    Memang perlu jadi perhatian banget tuh buat mempertimbangkan soal harga, ya.

    BalasHapus
  5. Saya pas mau buat domain blog, itu sempat bingung milihnya, Mas Andi. Amtara dot com atau dot id. Lalu akhirnya saya memilih dot com. selain lebih murah, tidak ribet pakai KTP. Eh, ternyata ada yang lebih murah lagi ya. hanya 10 ribuan. Hanya karena meman belum familiar ya, Mas. Jadi orang, khusus banyakan pakai domain yang sudah banyak dipakai orang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Memang gitu, pasti lebih milih yang da familiar gitu

      Hapus
  6. Bang Andi, kira2 apa sih kelebihan .id dibanding dengan .com ? Untuk masalah tld ini saya belum begitu paham. Masih newbie banget

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gak ada kelebihannya mbak. Cuma kalau pakai ID, lebih ngerasa ke Indonesiannya aja

      Hapus
  7. Waw materinya jujur berat untuk aku kak. Jadi harus pelan-pelan nih aku baca dan mencernanya. Kak aku mu tanya kenaa yang akhirannya dot.id ini lebih mahal daripada akhirannya dot.com?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah..itu dia juga yang saya kurang ngerti. Karena dari pengelolanya memang yang tentuin

      Hapus
  8. Belum terlalu paham ama TLD. Kalo saya cari yang gampang, harga miring, dan bisa tetep menulis di blog. Masih jarang juga saya dengar personal blog pakai .id ya. Banyaknya .com.

    BalasHapus
  9. Dulu waktu mau beli domain lumayan mikir juga, mau pilih .com apa .id, setelah ditimbang-timbang pakainya .com, biar lebih gampang aja, hehehe. Dulu sempet punya beberapa domain, sekarang tinggal 2

    BalasHapus
  10. Hihi.. berarti domain yang aku pake sekarang termasuk yg paling murah ya, Kak. Yowislah gakpapa, yang penting aku rajin update blognya dulu ๐Ÿ˜€

    BalasHapus
  11. Saya setuju! Seharusnya sama dengan harga dotcom, atau sedikit di atasnya.
    Btw, harga Rp 250.000,- itu sudah turun setengahnya lho. DUlu kan Rp500.000,-

    Mahal sekali. Hmm...
    Ayolah Pandi... turunkan lagi jadi Rp 150.000,- agar kami berburu domainmu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya..dulu baru launcing harganya memang lebih parah

      Hapus
  12. Mantap nih Bang,, ulasannya, Jadi ngerti info ttg PANDI saya... Pengelola Nama Domain Internet Indonesia. Betul itu, ngapain jual dengan harga tinggi, lebih baik kan murah tetapi banyak yg pakai, tentunya value nya menjadi lebih besar.

    BalasHapus
  13. Setuju sama ulasannya.Domain itu termasuk fasilitas publik kalo tidak terjangkau buat apa dikelola.Gak usah sok sok an merambah pasar luar negeri,beberapa negara malah sewa domainnya lebih murah dari .id

    BalasHapus
  14. Iya, aku setuju dengan tulisan ini. Untuk domain dot id, masih mahal. Padahal pengen banget punya. Tapi ya itu tadi harganya 2 kali lipat dari domain yang dot com. Ini.penting banget soalnya...

    BalasHapus
  15. Dari empat domain yang bisa disewa secara pribadi itu, (dot) co (dot) id tidak termasuk ya bang Andy?
    Terus yang 10ribuan itu, apa gak lama tuh loadingnya? hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Klu yang co id, itu harus ada berkas2 lain seperti izin usaha mbak yang di upload saat mendaftarkan. Krn co.id biasanya utk domain perusahaan. Klu soal loding gak ada hubungan dengan domain mbak. Itu hanya masalah hostingnya aja

      Hapus
  16. Eh bau nyadar kalau Mas Andi juga pakai .id yaaa :D
    Iya aku dulu pengen pakai .id tapi mihil mas, akhirnya yawda cukup puas pakai .com itu pun gak murah sih hehe mayan jugaaaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya sewa kemarin pas lagi promo. Dapat promonya 2 tahun berturut2 hanya kisaran 100 ribuan. Tp tahun ke 3 ini kayaknya da harga normal lagi

      Hapus
  17. Aku seh kurang paham tentang domain. Waktu bikjn domain aja di bikin sama adik hehehe... Awalnya seh sempet requet id, eits ternyata mahal yac ...huhihj

    BalasHapus
  18. Setuju banget!Tos dulu, kita sesama blog dengan domain .id merasakan hal yang serupa. Emang aku rasa kemahalan sih, semoga kedepannya bisa dimunculkan regulasi yang menyejukkan blogger-blogger Indonesia.

    BalasHapus
  19. Materi nya berat bgt ini. Jujur waktu pertama beli domain bingung aq tuh, tp ya Liat yg org lain pd makai yg mn, dan akhir nya sy ikutin. Hehrhe

    BalasHapus
  20. Banyak juga ya ternyata ekstensi domain, dan hanya beberapa aja yang familiar buat saya. hehe .... ternyata butuh tambahan ilmu. Makash ya mas sharingnya ..

    BalasHapus
  21. Mantap ulasannya, bg Andi. Sukses selalu!

    BalasHapus
  22. Dari Indonesia sendiri kenapa jadi lebih mahal ya, rencana nih mau beli domain, memang aku sih tertarik domain dot com karena murah banget dan banyak juga yang pakai itu. Maklum aku tuh pemula cari2 yang murah dulu.

    BalasHapus
  23. Setuju kang, domain dot id harusnya harganya sama dengan domain dot com biar lebih terjangkau. Saya juga sebenarnya tertarik dengan domain dot id, tapi karena diatas 200 ribu jadinya urung. Ntah kalo 100k mungkin tertarik.

    BalasHapus
  24. aku follow ya blognya... biar rame

    BalasHapus