Selasa, 05 November 2019

Menikmati Burung Goreng, Cuma Satu Rumah Makan Yang Menyediakannya Di Gunungsitoli

Bagi masyarakat di wilayah Pantai Timur Sumatera Utara, menikmati burung goreng mungkin sudah biasa. Bahkan di sepanjang jalan lintas medan menuju sibolga ada banyak rumah makan yang menyediakan menu burung goreng. Tapi untuk wilayah pulau nias, menu yang satu ini memang masih terbilang sangat langka. Penyebabnya mungkin karena bahan utamanya yakni burung belum ada yang menyediakan di pulau nias, ditambah juga para pengemar makanan itu belum terlalu banyak.

Meski demikian satu rumah makan yang ada di arah jalan menuju Kabupaten Nias Utara, tepatnya di Gamo, Kota Gunungsitoli menawarkan menu burung goreng. Rumah makan itu adalah RM Famili, jika dari pusat Kota Gunungsitoli berjarak sekitar 8 km ke arah utara, hanya beberapa meter dari jembatan gamo. Posisinya berada di samping jalan utama, sehingga sangat mudah untuk menemukannya.

Pemilik rumah makan tersebut mengaku burung goreng yang disediakan bahan utamanya didatangkan dari binjai dan jenis burungnya adalah burung puyuh. Sebelum digoreng, burung yang telah dibersikan di berikan bumbu terlebih dahulu. Sehingga hasil gorengan nantinya juga akan mengikutkan bumbu yang telah tergoreng juga.

Untuk menambah rasa daging burung goreng, juga diberikan sambal dan kecap hasil racikan mereka. Sehingga saat menikmatinya rasa pedas maupun manisnya memiliki khas tersendiri. 

Saat sampai di tempat, seperti rumah makan pada umumnya tentu akan ditanya akan memesan apa, sebagai saran, jika hanya sendirian, pesanlah dengan sebutan jumlah ekor. Namun jika datang bersama teman dengan jumlah lebih dari 2 orang maka pesanlah dengan sebutan porsi. Karena 1 porsi berisi 5 ekor burung goreng. 

Untuk harga, 1 ekor burung goreng seharga Rp. 20 Ribu dan satu porsi harganya tinggal di kali 5 menjadi Rp. 110 Ribu. Harga tersebut belum termasuk nasi, karena nasi 1 piring seharga Rp. 5 ribu dan tambah nasi juga senilai harga nasi 1 piring. Untuk minuman Rumah makan ini menyediakan minuman seperti rumah makan pada umumnya, seperti jus maupun teh.

Selain menyediakan burung goreng, rumah makan ini juga menyediakan makanan berbahan ikan dan ayam. Sehingga ketika datang bersama kawan namun tidak ingin makan burung goreng, masih ada pilihan menu seperti Ayam Goreng maupun Ikan Bakar.

Rumah makan itu juga biasanya rame pada akhir minggu, jadi kalau mau pesanan cepat datang, baiknya datang makan selain hari sabtu dan minggu. Agar antrian pesanan tidak terlalu lama datang.

Ada pilihan makan ditempat lesehan, dengan pemandangan ke arah laut dan aliran sungai yang tepat di samping rumah makan itu. Meski rumah makan ini sangat dekat dengan jalan umum, tidak perlu kuatir jika datang bersama rombongan, karena telah tersedia tempat parkir yang luas.

16 komentar:

  1. Aku suka burung goreng. Ini menu kesukaan kalo pergi2 sama alm.Bapak.
    hiks, sayangnya sekarang kalo pergi2, berhenti ke rumah makan, suami gak mau diajak makan burung. Gak suka katanya.

    BalasHapus
  2. Saya jujur belum pernah makan burung goreng, Mas Andi. Khususnya burung puyuh. Kalau telurnya sering hehehe. Padahal pas di Jakarta, banyak yang jual burung goreng ini. Bahkan di pinggir-pinggir jalan.
    Eh.. pas nyari di Kebumen, belum nemu yang jual hehehe

    BalasHapus
  3. Saya suka banget makan burung putuh goreng, terutama yang digoreng kering, jadi semua bisa dimakan. Goreng burung puyuh di sini istimewanya apa Kak?

    BalasHapus
  4. saya juga penggemar burung goreng.
    di Medan sendiri tidak termasuk banyak berteberan sih.
    ada tapi yang banyak.
    kalo di jogja kan banyak tuh pedagang pinggir jalan yang jualan burung goreng.
    tapi di siantar banyak kan ya

    BalasHapus
  5. Kemarin mau nyobain burung goreng ini di siantar eh tapi kok gak jadi. Padahal enak ya bang?

    BalasHapus
  6. Sukses ngiler, saya. Hahahahaha. Sudah lama pengen merasakan nikmatnya burung puyuh goreng. Hari ini juga tak ada camilan, jdi mikirnya makan saja. Untung punya mendoan hangat. Lumayan, lah, makan mendoan sambil bayangin makan burung puyuh goreng.

    BalasHapus
  7. Haii, Bg Anjos ini kayaknya lama gak ngelist BW yaa,, dulu rajin, hehe. Owhh ada jg ya Bg di Nias penjual burung goreng. Saya familiar sm burung goreng pas tugas di Asahan dulu dr Medan naik KA trus banyak pedagang asongan jual burung goreng. Mantap bg artikelnya

    BalasHapus
  8. Ini makanan kesukaanku . Kalo makan burung goreng gak cukup satu porsi, gak kenyang

    BalasHapus
  9. Penasaran banget sama rasa burung puyuh goreng. Katanya sih gurih gitu, ya? Di Bogor sini juga ada tuh warung puyuh goreng. Ya ampun, jam 11 siang itu udah habis, lho. Warungnya sih buka sampai malam, tapi puyuh goreng jam segitu sudah habis. Menyisakan menu lainnya aja.

    Wah, satu porsi isi lima ekor? Puas banget ya kalau sampai salah pesan, hahaha ...

    BalasHapus
  10. Duh manteb nih makan burung puyuh goreng. Saya udah lama banget kyknya gak makan itu mas. Paling suka makan dengan sambel yang pedes dan lalapan. Wah kalau cuma ada satu rumah makan yang menyajikannya bisa nih jd prospek bisnis di sana ya gak sih? :D

    BalasHapus
  11. Saya sudah lama gak makan burung goreng. Dagingnya terlalu sedikit buat saya ha..ha... Tapi nanti kalau ada waktu ke Nias lagi, saya pengen nyobain. Semoga.

    BalasHapus
  12. Burung puyuh goreng enak. Tapi hati hati sama kolesterolnya ya..saya sekarang batasi konsumsi menu ini

    BalasHapus
  13. Burung goreng ini makanan paling epik dan bersejarah buat daku. Almarhum bapak adalah penggemar burung goreng, begitu pun dengan aku. Dan storinya ibu dan bapak adalah pemakan burung goreng terbanyak sepanjang hamil diriku.

    BalasHapus
  14. Burung goreng ini faveku sih. Pernah juga nyobain burung bacem, ternyata ga kalah enaknya.
    Tp sekarang udah lama gak makan itu.

    Btw burung goreng di rumah makan family keliatan lezat bgt

    BalasHapus
  15. Kliatannya enak ya. Meski sampai hari ini saya belum berani makan burung. Tidak tega sih, krn kecil bgt. Hehe mklum saya suka parno

    BalasHapus
  16. Kayaknya saya belum pernah makan daging burung karena sangat jarang restoran atau rumah makan yg menyajikannya

    BalasHapus